Perang Israel lawan Hizbullah di Libanon makin sengit. Setelah pengeboman brutal dan sadis dari sang teroris Israel di Qana yang telah membunuh puluhan anak-anak, kini nampaknya publik mulai dibuka matanya oleh Allah SWT. terhadap kebrutalan dan kesadisan yahudi Israel.
Sekarang ini perang modern seperti perang Israel-Arab telah melibatkan teknologi mutakhir. Dari perang fisik den persenjataan modern, sampai perang psikis (Psycho-war) seperti meng-hack media dan Internet.
Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan SMS yang menyatakan permohonan doa dari segenap muslim seluruh dunia agar Allah menolong kaum muslimin terhadap musuh Islam. Lebih spesifik, Syeikh Hasan Nasrullah menyerukan umat Islam untuk membaca ayat ke-26 dari surat Al-Fatah.
Perang ini, menurut opini saya, adalah salah satu peringatan Allah bahwa musuh-musuh Allah tidak akan berdiam tangan menghadapi kejayaan Islam. Juga sebagai peringatan kepada segenap muslim dunia untuk bersatu dan melupakan 'cinta dunia'.
Jikalau Allah menghendaki kehancuran Israel, itu hanyalah semudah membalik telapak tangan.
Wednesday, August 02, 2006
Tuesday, August 01, 2006
Terrorisme bukan Monopoli Muslim
"Tidak semua muslim teroris, tapi semua teroris adalah muslim". komentar ini ,seringkali terdengar setelah ledakan bom di Mumbai (Bombay, India) menunjukkan bahwa terrorism adalah satu spesialisasi Muslim, jika tidak monopoli. Tapi fakta-faktanya sangat berbeda.
Pertama, tidak ada yanga baru tentang terorisme. Di tahun 1881, para anarkis membunuh Tsar Rusia Alexander II dan 21 orang pengawalnya. Di tahun 1901, para anarkis membunuh presiden Amerika Serikat McKinley dan juga raja Humbert I dari Itali. Perang Dunia I dimulai di tahun 1914 ketika para anarkis membunuh Archduke Ferdinand dari Austria. Terroris-terroris dalam serangan-serangan ini bukanlah Muslim.
Terrorism umumnya didefinisikan sebagai pembunuhan terhadap orang-orang sipil untuk alasan-alasan politik. Beranjak dari definisi ini, Inggris Raj mengacu ke Bhagat Singh, Chandrashekhar Azad, Macan Tamil dan banyak lagi pejuang pembebasan India atan Sri Langka sebagai teroris. Mereka ini adalah Hindu dan Sikh, bukan muslim.
Para petarung gerilya , dari Mao Zedong sampai Ho Chi Minh dan Fidel Castro membunuhi orang-orang sipil dalam kampanye-kampanye politik mereka. Mereka juga disebut terroris sampai akhirnya mereka menduduki posisi kekuasaan (politik). Tidak ada yang muslim diantara mereka.
Di Palestina, setelah Perang Dunia II, grup-grup Yahudi (Haganah, Irgun dand Gang Stern) mengadakan perlawanan untuk pembuatan negeri Yahudi, membom hotel-hotel dan instalasi sipil, serta membunhui orang-orang sipil. Inggris, yang saat itu menguasai Palestina, dengan tepat (pada saat itu) menyebut mereka group teroris Yahudi. Banyak dari teroris ini kemudian menjadi pemimpin negara Israel — Moshe Dayan, Yitzhak Rabin, Menachem Begin, Ariel Sharon. Ironisnya, semua mantan teroris ini melemparkan tuduhan terorisme ke para pejuang pembebasan Palestina dan arab yang melakukan hal yang serupa dengan apa yang mereka pernah lakukan sebelumnya (teroris teriak teroris :-)
Lengkapnya dapat dibaca dengan mengklik link di judul.
Pertama, tidak ada yanga baru tentang terorisme. Di tahun 1881, para anarkis membunuh Tsar Rusia Alexander II dan 21 orang pengawalnya. Di tahun 1901, para anarkis membunuh presiden Amerika Serikat McKinley dan juga raja Humbert I dari Itali. Perang Dunia I dimulai di tahun 1914 ketika para anarkis membunuh Archduke Ferdinand dari Austria. Terroris-terroris dalam serangan-serangan ini bukanlah Muslim.
Terrorism umumnya didefinisikan sebagai pembunuhan terhadap orang-orang sipil untuk alasan-alasan politik. Beranjak dari definisi ini, Inggris Raj mengacu ke Bhagat Singh, Chandrashekhar Azad, Macan Tamil dan banyak lagi pejuang pembebasan India atan Sri Langka sebagai teroris. Mereka ini adalah Hindu dan Sikh, bukan muslim.
Para petarung gerilya , dari Mao Zedong sampai Ho Chi Minh dan Fidel Castro membunuhi orang-orang sipil dalam kampanye-kampanye politik mereka. Mereka juga disebut terroris sampai akhirnya mereka menduduki posisi kekuasaan (politik). Tidak ada yang muslim diantara mereka.
Di Palestina, setelah Perang Dunia II, grup-grup Yahudi (Haganah, Irgun dand Gang Stern) mengadakan perlawanan untuk pembuatan negeri Yahudi, membom hotel-hotel dan instalasi sipil, serta membunhui orang-orang sipil. Inggris, yang saat itu menguasai Palestina, dengan tepat (pada saat itu) menyebut mereka group teroris Yahudi. Banyak dari teroris ini kemudian menjadi pemimpin negara Israel — Moshe Dayan, Yitzhak Rabin, Menachem Begin, Ariel Sharon. Ironisnya, semua mantan teroris ini melemparkan tuduhan terorisme ke para pejuang pembebasan Palestina dan arab yang melakukan hal yang serupa dengan apa yang mereka pernah lakukan sebelumnya (teroris teriak teroris :-)
Lengkapnya dapat dibaca dengan mengklik link di judul.
Subscribe to:
Posts (Atom)
